Tim PKM Undana Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Bolok melalui Pariwisata

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 72x
Waktu Baca ± 3 Min
Bagikan Artikel
Tim PKM Undana Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Bolok melalui Pariwisata
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) mendorong warga Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai wadah pengelolaan potensi pariwisata. Kredit: Istimewa

Kupang Barat- Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) mendorong warga Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai wadah pengelolaan potensi pariwisata sekaligus upaya membangun kemandirian ekonomi desa.

Dalam keterangan tertulisnya kepada HighlightNTT, Minggu, 13 Agustus 2026 disebutkan bahwa pendampingan dan pembentukan Pokdarwis tersebut berlangsung di Desa Bolok pada Jumat, 4 September 2026 lalu.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menggerakkan potensi lokal melalui penguatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan desa.

Desa Bolok memiliki potensi wisata berbasis bentang alam karst dan bahari. Salah satu destinasi ikonik di wilayah tersebut adalah Gua Kristal yang dikenal karena kejernihan air dan keindahan stalaktitnya.

Destinasi itu telah lama menarik wisatawan, tetapi pengembangannya masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

Kendala tersebut antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, promosi yang belum optimal, serta dinamika pengelolaan lahan perorangan.

Kepala Desa Bolok, Melkianus, mengapresiasi kehadiran akademisi Undana dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, pada saat itu, ia menekankan pentingnya membangun rasa memiliki atau sense of belonging yang memiliki wadah legal agar masyarakat dapat bergerak bersama memajukan potensi desa.

Ketua Pelaksana PKM Undana, Darius Mauritsius, mengatakan program tersebut tidak hanya ditujukan untuk membentuk struktur organisasi, tetapi juga membangun kapasitas kelembagaan yang dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kami tidak sekadar membentuk struktur organisasi di atas kertas, tetapi ingin memastikan pengelolaan wisata di Desa Bolok berdampak nyata bagi kesejahteraan warga,” ujar Darius.

Dalam sesi penyuluhan, akademisi Undana Petronius Damat memaparkan konsep Community-Based Tourism (CBT) atau pariwisata berbasis komunitas. Konsep tersebut menempatkan masyarakat lokal sebagai aktor utama dalam pengembangan pariwisata.

Petronius menekankan bahwa masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Mereka harus terlibat sebagai pemilik, perencana, pengelola, sekaligus penerima manfaat utama dari kegiatan pariwisata.

Dari aspek regulasi, akademisi Undana Cyrilus W. T. Lamataro menyoroti pentingnya kepastian hukum dalam tata kelola pariwisata desa. Menurut dia, kejelasan hubungan kerja sama mengenai lahan serta transparansi pembagian manfaat ekonomi menjadi hal krusial.

Hal itu diperlukan untuk melindungi hak-hak warga sekaligus memberikan kenyamanan bagi wisatawan. Kegiatan yang dipandu Absolom Buy sebagai moderator tersebut kemudian berlanjut pada sesi inti berupa musyawarah mufakat warga.

Dalam forum itu, warga bersama-sama menyusun struktur kepengurusan Pokdarwis. Kepengurusan tersebut akan menangani berbagai lini pengembangan wisata, mulai dari pemanduan wisata, penataan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kebersihan lingkungan, hingga promosi melalui platform digital.

Sebagai tindak lanjut pembentukan Pokdarwis, Pemerintah Desa Bolok akan segera memproses penerbitan Surat Keputusan (SK) Kepala Desa untuk memformalkan kepengurusan kelompok tersebut.

Setelah SK diterbitkan, kepengurusan Pokdarwis akan didaftarkan secara resmi ke Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang. Sinergi antara masyarakat, Pemerintah Desa Bolok, dan civitas akademika Undana diharapkan dapat mendorong pengelolaan pariwisata yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Pengembangan wisata juga diharapkan tetap memperhatikan kelestarian alam serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Desa Bolok. **(L)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan