Peneliti Dorong Hilirisasi Produk Perikanan Lembata untuk Atasi Stunting
Lembata- Tim peneliti yang dipimpin Dr. Hamza H. Wulakada mendorong hilirisasi produk perikanan berbasis industri rumah tangga di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gagasan tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan sekaligus mendukung penyediaan pangan bergizi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Tim peneliti yang didampingi tiga orang ahli itu mengunjungi Kabupaten Lembata pada Sabtu, 12 September 2026 untuk bertemu dengan Pemerintah Kabupaten Lembata dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan penelitian dan survei lapangan.
Kegiatan diawali dengan konsolidasi bersama pemerintah daerah dan dilanjutkan dengan coaching bagi tim survei sebagai bagian dari persiapan pengumpulan data.
Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan survei dapat memetakan kondisi rantai nilai sektor perikanan, mulai dari produksi, pengolahan, distribusi hingga konsumsi.
Selain itu, tim akan mengidentifikasi potensi pengembangan produk perikanan bernilai tambah di Kabupaten Lembata.
Penelitian tersebut membawa gagasan hilirisasi produk perikanan berbasis industri rumah tangga sebagai salah satu strategi untuk menghubungkan potensi ekonomi sektor perikanan dengan upaya pencegahan stunting.
Kabupaten Lembata dinilai memiliki potensi perikanan yang besar. Namun, daerah tersebut pada saat yang sama masih menghadapi persoalan gizi.
Oleh karena itu, penelitian diarahkan untuk membangun model yang menghasilkan produk pangan bergizi, serta memperkuat ekonomi keluarga dan pelaku usaha lokal.
Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menyambut baik kegiatan penelitian tersebut. Ia berkata, di tengah masa efisiensi anggaran, pemerintah daerah perlu membuka berbagai ruang kolaborasi.
Selain itu, ujar dia, pemda memanfaatkan program penelitian dari kementerian, perguruan tinggi, maupun pihak swasta sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah.
“Di masa efisiensi ini, kita harus menggunakan berbagai cara untuk membangun daerah Nusa Tenggara Timur, khususnya Lembata," kata Bupati Kanis.
Orang nomor satu Lembata menuturkan, program-program penelitian, baik dari kementerian maupun pihak swasta, harus dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan daerah, terutama dalam mengatasi persoalan stunting.
Sementara itu, Dr. Hamza H. Wulakada mengatakan tujuan utama kegiatan tersebut bukan sekadar melakukan survei, melainkan membangun model hilirisasi produk perikanan yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dr Hamza mengatakan, penelitian akan memetakan rantai nilai perikanan, mengidentifikasi potensi produk olahan, mengkaji kelayakan bisnis UMKM dan BUMDes, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta menguji aspek mutu, gizi, dan keamanan pangan.
Hasil akhirnya diharapkan dapat menghasilkan produk perikanan bernilai tambah dan berdaya saing sekaligus mendukung penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat.
“Yang kita bangun bukan hanya produk, tetapi sebuah ekosistem. Pemerintah, akademisi, dan dunia usaha harus bekerja bersama agar potensi perikanan Lembata dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat," imbuh Dr. Hamza.
"Di sisi lain, produk yang dihasilkan harus mampu menjawab kebutuhan pangan bergizi dan mendukung upaya pencegahan stunting,” lanjutnya.
Direktur Pascasarjana Undana itu menambahkan, penelitian tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan kapasitas UMKM dan BUMDes, bertambahnya nilai ekonomi hasil perikanan.
Selain itu, dapatkan meningkatkan akses keluarga terhadap pangan bergizi, serta tersedianya rekomendasi kebijakan yang dapat digunakan pemerintah daerah.
Pada tahap lanjutan, model tersebut juga diarahkan untuk mendukung integrasi produk perikanan lokal ke dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Untuk diketahui, kegiatan lapangan ini menjadi langkah awal untuk menjadikan penelitian sebagai instrumen pembangunan daerah.
Melalui pendekatan Triple Helix yang mempertemukan pemerintah, akademisi, dan dunia usaha, Lembata diharapkan dapat mengembangkan potensi perikanannya.
Selain sebagai komoditas, perikanan Lembata diharapkan menjadi kekuatan ekonomi sekaligus bagian dari solusi terhadap persoalan gizi dan stunting. **(DH)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Soal Bantuan Gempa Rp200 Miliar, Gubernur NTT: Semua Pemda Lagi Belanja
20 WNI NTT Dideportasi dari Malaysia, 10 Asal Lembata, 8 Flores Timur
PMI Asal Lewoleba Meninggal di Malaysia, Jenazah Dipulangkan ke Lembata
BP3MI NTT dan KBRI Bantu Cairkan Gaji PMI Asal Belu yang Tertahan 10 Tahun
Kemlu Pastikan Penanganan Jenazah PMI Chatrine Rohi di Malaysia Sesuai Prosedur
Jenazah PMI Asal Kupang Diautopsi, BP3MI NTT: Tidak Ada Pengambilan Organ
GEMPA FLORES: KEWASPADAAN BENCANA DAN KEBIJAKAN ANTISIPATIF DI NTT
PMI Asal Kupang dan Sumba Barat Dipulangkan, 1 Korban Kecelakaan dan 1 Meninggal karena Sakit
Dandhy Laksono: Jangan Hanya Bicara Reset Indonesia dari Jakarta, Mulailah dari NTT
26 Tahun Bekerja di Malaysia, Jenazah PMI ke-103 Dipulangkan ke Kupang