20 WNI NTT Dideportasi dari Malaysia, 10 Asal Lembata, 8 Flores Timur

Emanuel Boli
Dilihat 1,576x
Waktu Baca ± 2 Min
Bagikan Artikel
20 WNI NTT Dideportasi dari Malaysia, 10 Asal Lembata, 8 Flores Timur
20 PMI/WNI NTT yang dideportasi dari Malaysia tiba di Bandara El Tari Kupang, Sabtu (5/9/2026) pukul 15.25 WITA. Mereka didampingi petugas BP3MI NTT, Steven Gunawan dan Marianus Murin Kredit: BP3MI NTT

Kota Kupang- Sebanyak 20 Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau warga negara Indonesia (WNI) asal Nusa Tenggara Timur dideportasi dari Malaysia dipulangkan ke NTT, Sabtu, 5 September 2026.

Dari jumlah tersebut, 10 orang berasal dari Kabupaten Lembata, 8 orang dari Flores Timur, 1 orang dari Alor, dan 1 orang dari Nagekeo.

Pemulangan tersebut difasilitasi melalui penerbangan Lion Air JT-849 dengan rute Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, menuju Bandara El Tari, Kupang. Pesawat berangkat dari Makassar tiba di Kupang pukul 15.25 WITA.

Data tersebut tercantum dalam Nota Dinas Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Selatan kepada Kepala BP3MI Nusa Tenggara Timur.

Dalam dokumen tersebut, beberapa di antaranya tercatat masuk ke Malaysia secara ilegal. Ada pula yang tercatat memiliki paspor atau izin tinggal, tetapi dokumen tersebut telah habis masa berlaku.

"Lebih banyak kasus dokumen, dideportasi dari Malaysia Timur. Yang dari Flores Timur dengan feri besok. Ini malam masih nginap di Kantor BP3MI," kata Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu, 5 September 2026 sore.

Selain itu, terdapat WNI yang dalam dokumen disebut lahir di Sabah dan belum pernah memiliki paspor. Salah satu nama juga tercatat dengan keterangan konsumsi narkoba, sedangkan satu lainnya tercatat dengan keterangan ODGJ.

Setelah tiba di Kupang, proses selanjutnya adalah fasilitasi pemulangan para PMI tersebut menuju daerah asal masing-masing. **(EB)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan