Ketua PMKRI Tambolaka: PMKRI Harus jadi Kompas Moral di Tengah Dinamika Duniawi

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 258x
Waktu Baca ± 2 Min
Bagikan Artikel
Ketua PMKRI Tambolaka: PMKRI Harus jadi Kompas Moral di Tengah Dinamika Duniawi
PMKRI Cabang Tambolaka St. Agustinus menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) di Aula Kantor Camat Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Jumat (9/10/2026). Kredit: Dok. HighlightNTT/Izal

Sumba Barat Daya, HighlightNTT.com- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Tambolaka St. Agustinus menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) di Aula Kantor Camat Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Jumat (9/10/2026).

Ketua Presidium PMKRI Cabang Tambolaka St. Agustinus, Dominggus Ghoghi, mengatakan MPAB merupakan tahap awal kaderisasi untuk memperkenalkan identitas, nilai perjuangan, dan tanggung jawab anggota PMKRI.

Ia menegaskan, PMKRI selain sebagai wadah berkumpul atau tempat memperoleh pengalaman berorganisasi, tetapi juga ruang pembentukan karakter, pengembangan intelektualitas, dan peneguhan moral mahasiswa.

“PMKRI menjadi kompas moral di tengah dinamika duniawi. Seorang kader harus memiliki prinsip, menjaga integritas, dan berani mempertahankan kebenaran,” ujar dia.

Menurutnya, proses kaderisasi harus tercermin dalam cara berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan, bukan hanya melalui atribut atau kehadiran dalam kegiatan organisasi.

"Jangan sampai kita berbicara tentang persaudaraan, tetapi justru saling menjatuhkan ketika berbeda pendapat. Fraternitas mengajarkan kita untuk tetap bersaudara, bahkan ketika kita tidak selalu sepakat. Perbedaan seharusnya mendewasakan kita, bukan memecah belah kita," kata dia.

Ghoghi juga mengingatkan anggota baru agar bergabung bukan demi jabatan atau pengakuan, melainkan untuk belajar, membentuk karakter, serta mempersiapkan diri berkontribusi bagi gereja, masyarakat, dan negara.

Ia menekankan pentingnya intelektualitas yang disertai kemampuan memahami persoalan secara kritis, keberanian menyampaikan pendapat, dan tanggung jawab untuk bertindak berdasarkan fakta.

Selain itu, Ghoghi mengajak anggota untuk menghidupi nilai fraternitas melalui sikap saling menghormati di tengah perbedaan pendapat.

Menurutnya, nilai Kristianitas juga harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama dan keberanian memperjuangkan martabat manusia.

Untuk diketahui, MPAB merupakan salah satu agenda formal organisatoris setiap tahun. PMKRI Cabang Tambolaka St. Agustinus menargetkan terbentuknya kader yang memiliki kapasitas intelektual, karakter, kepedulian sosial, dan komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan organisasi. ** (Izal/HighlightNTT)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan