PT Jamkrindo Gandeng Pemda Sumba Timur Perluas Akses KUR bagi UMKM
Sumba Timur- PT Jamkrindo memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta menyukseskan Program Asta Cita melalui penguatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani rumput laut, serta peningkatan literasi keuangan di lingkungan perguruan tinggi.
Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi, Jumat (10/7), yang dihadiri Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Erdiriyo.
Selain itu, hadir Pemimpin Cabang PT Jamkrindo Kantor Cabang Kupang Agung Yang Perdana Aditio, Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, Wakil Bupati Yonathan Hani, Rektor Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba, Umbu Ho Ara, serta sejumlah pejabat daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Agung Yang Perdana Aditio menjelaskan bahwa PT Jamkrindo sebagai perusahaan penjamin kredit terus mendukung pengembangan UMKM melalui penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR), penjaminan proyek, serta pembiayaan Sistem Resi Gudang (SRG).
Program tersebut ditujukan untuk membantu pelaku usaha yang dinilai layak (feasible), namun belum memenuhi persyaratan perbankan (belum bankable), terutama karena keterbatasan agunan.
Salah satu agenda utama dalam audiensi adalah pembahasan program KUR Goes to Campus, yang merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama pemerintah kabupaten/kota untuk memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai pembiayaan KUR kepada mahasiswa.
"Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan generasi muda sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru yang mampu memanfaatkan fasilitas pembiayaan pemerintah secara optimal," katanya.
Selain membahas edukasi pembiayaan, audiensi juga menyoroti penguatan sektor perikanan, khususnya pemberdayaan petani rumput laut di Kabupaten Sumba Timur.
Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kemenko Perekonomian RI, Erdiriyo, menjelaskan bahwa pemberdayaan petani rumput laut dilakukan melalui kolaborasi antara Kemenko Perekonomian, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, PT Algae Sumba Timur Lestari (PT Astil), serta International Labour Organization (ILO).
Ia menuturkan, sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM sektor rumput laut sekaligus mendukung percepatan pembangunan ekonomi daerah.
"Pemerintah Kabupaten Sumba Timur terus memberikan dukungan agar program tersebut berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," harapnya.
Dalam kesempatan itu, Erdiriyo menyampaikan bahwa kebutuhan permodalan petani dapat dipenuhi melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan oleh bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun Bank NTT, dengan penjaminan dari PT Jamkrindo.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, rombongan juga mengunjungi PT Algae Sumba Timur Lestari (PT Astil) untuk melihat secara langsung pengembangan industri rumput laut di daerah tersebut.
Pertemuan di PT Astil difokuskan pada peran perusahaan sebagai offtaker atau pembeli hasil panen petani rumput laut.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dr. Erdiriyo, Direktur PT Astil Ayi, Kepala Dinas Perikanan Yohanis, Pemimpin BRI Unit Karera A.M. Siradz, Pemimpin Cabang BPD NTT Mangili Bunyamin, Agung Yang Perdana Aditio, serta sejumlah pejabat lainnya.
Direktur PT Astil, Ayi, memaparkan proses pengolahan rumput laut mulai dari tahap produksi hingga pemasaran, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.
Sementara itu, Agung Yang Perdana Aditio menegaskan kesiapan PT Jamkrindo dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumba Timur melalui penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun pembiayaan Sistem Resi Gudang yang disalurkan oleh Bank Himbara dan Bank NTT.
Selain melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, PT Jamkrindo juga menjadi peserta dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur.
FGD tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah Provinsi NTT, Bank Indonesia, Bea Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Bank NTT, serta PT Jamkrindo, guna memperkuat sinergi pembangunan ekonomi daerah.
Dalam forum tersebut, PT Jamkrindo kembali memaparkan komitmennya dalam mendukung Program Asta Cita melalui peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM.
Agung Yang Perdana Aditio menjelaskan bahwa selama periode 2015–2025, PT Jamkrindo telah menjamin fasilitas kredit dengan nilai lebih dari Rp1.700 triliun.
Selain itu, perusahaan juga terus memperkuat kolaborasi dengan sektor perbankan, termasuk Bank NTT, dalam penjaminan Kredit Usaha Rakyat dengan target penyaluran pada tahun 2026 sebesar Rp350 miliar.
PT Jamkrindo juga mendukung pembiayaan proyek-proyek infrastruktur melalui produk Kontra Bank Garansi.
Dalam FGD tersebut turut dibahas sejumlah tantangan, terutama terkait perluasan layanan penjaminan bagi sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan di wilayah pedesaan.
Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan dunia usaha, PT Jamkrindo berharap akses pembiayaan bagi masyarakat semakin luas sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. ** (RHLNTT02)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi