Zainudin Umar: Informasi Ketersediaan Pupuk 194.600 Ton di NTT Harus Sampai ke Petani

Emanuel Boli
Waktu Baca ± 3 Min
Bagikan Artikel
Zainudin Umar: Informasi Ketersediaan Pupuk 194.600 Ton di NTT Harus Sampai ke Petani
Ketua Yayasan Kaya Tene, Zainudin Umar saat memaparkan materi dalam kegiatan Seminar Nasional di Aula Faperta Undana, Senin, 15 Juni 2026 Kredit: Istimewa

Kupang– Ketua Yayasan Kaya Tene Kupang, Zainudin Umar, mengungkapkan bahwa ketersediaan pupuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Juni 2026 mencapai 194.600 ton dengan berbagai jenis, seperti urea dan NPK.

Ia menegaskan, informasi tersebut penting untuk diketahui masyarakat, khususnya petani di pedesaan yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses terhadap informasi pertanian.

Hal tersebut disampaikan Zainudin saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional 2026 bertema “Menggali Potensi Pemuda dalam Menjaga Kedaulatan Pangan” yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana), Senin, 15 Juni 2026.

Ia berkata, salah satu persoalan utama yang dihadapi petani di kampung bukan hanya soal ketersediaan air dan bibit, tetapi juga akses terhadap pupuk serta informasi mengenai program pemerintah di sektor pertanian.

“Dari Juni 2026 di Nusa Tenggara Timur ada pupuk yang disediakan sebanyak 194.600 ton dengan berbagai jenis seperti urea, NPK, dan lainnya. Ini menjadi informasi yang perlu disampaikan kepada orang tua dan masyarakat di kampung,” ujar Zainudin di hadapan ratusan mahasiswa.

Mantan Ketua HMI Cabang Kupang itu menjelaskan regulasi pemerintah terkait subsidi pupuk serta pelibatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai salah satu penyalur pupuk dapat membantu petani memperoleh kebutuhan produksi secara lebih mudah.

Karena itu, mahasiswa dan kalangan akademisi diharapkan dapat menjadi jembatan informasi bagi masyarakat.

Selain pupuk, Zainudin berujar bahwa persoalan utama yang dihadapi petani di NTT adalah keterbatasan air dan akses terhadap bibit unggul.

Dalam pemaparannya, Zainudin mengisahkan bahwa Yayasan Kaya Tene didirikan pada 2019 oleh tiga orang muda yang tidak memiliki latar belakang pendidikan pertanian.

Ia sendiri berlatar belakang ilmu Kesejahteraan Sosial, sementara dua rekannya berasal dari bidang Sosiologi dan Pendidikan Jasmani, yakni Orlando Orolaleng dan Vinsensius Prasong.

Meski demikian, ketiganya tumbuh di lingkungan pedesaan yang dekat dengan aktivitas pertanian. Dari pengalaman tersebut, mereka melihat masih banyak petani yang menanam berdasarkan kebiasaan turun-temurun tanpa didukung akses terhadap bibit unggul, teknologi pertanian, maupun pupuk yang memadai.

“Orang-orang kampung tidak terlalu peduli dengan teori. Ketika hujan turun selama beberapa hari, mereka langsung menanam jagung. Mereka juga belum memiliki akses yang baik terhadap bibit dan pupuk,” katanya.

Berangkat dari kondisi tersebut, Yayasan Kaya Tene berupaya mempertemukan masyarakat desa dengan akademisi, praktisi, dan tenaga ahli pertanian agar pengetahuan yang dimiliki dapat diterapkan langsung di lapangan.

Bangun Kebun Percontohan di Desa Binaan

Saat ini, Yayasan Kaya Tene memiliki tiga desa binaan dan tiga titik lahan pertanian di Kabupaten Lembata. Salah satunya berada di Desa Wowong, Kecamatan Omesuri.

Di lokasi tersebut, yayasan mengembangkan konsep pemberdayaan masyarakat melalui kebun percontohan yang memanfaatkan lahan milik warga.

Seluruh fasilitas yang dibangun, seperti instalasi air, listrik, maupun sarana pendukung lainnya, nantinya menjadi milik masyarakat setelah masa kerja sama berakhir.

“Kami menjadikan kebun-kebun tersebut sebagai lahan pembelajaran dan inovasi bagi masyarakat desa,” jelasnya.

Melalui kebun percontohan itu, Yayasan Kaya Teye berupaya menghadirkan solusi atas persoalan pertanian, mulai dari penyediaan air, edukasi pembibitan hingga pendampingan teknis melalui tenaga ahli pertanian.

Hingga berita ini diturunkan, Selasa (16/6), Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Joaz Bily Oemboe Wanda belum berhasil dihubungi untuk dimintai tanggapannya terkait ketersediaan pupuk di NTT. ** (EB)

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan