Menakar Ketangguhan Ekonomi NTT di Tengah Gejolak Global: BI Luncurkan KARSA NUSA dalam Forum Flobamorata 2026
Kupang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Forum Bisnis dan Ekonomi Flobamorata 2026 di Hotel Harper Kupang, Kamis (23/4/2026). Mengusung tema “Ketangguhan Menuju Kemajuan: Sinergi Transformasi Ekonomi NTT yang Inklusif Dan Berdaya Saing,” forum ini menjadi panggung strategis bagi para pemangku kepentingan untuk merumuskan navigasi ekonomi NTT di tengah tantangan global yang kian kompleks.
Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Ketua I DPRD NTT Fernando Jose Lemos Osorio Soares, serta jajaran pakar seperti Dr. Agr. Didit Okta Pribadi (BRIN) dan Amirullah Setya Hardi, Ph.D (UGM). Hadir pula para pimpinan instansi daerah dan perwakilan Forkopimda.
Refleksi 2025: NTT Berada di Jalur Positif
Kepala Perwakilan BI NTT, Adidoyo Prakoso, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, ekonomi NTT tumbuh sebesar 5,14%, menempatkan provinsi ini di peringkat ke-21 dari 38 provinsi di Indonesia.
Pertumbuhan ini ditopang kuat oleh sektor perdagangan (10,92%), penyediaan akomodasi dan makan minum (9,97%), serta administrasi pemerintahan (6,99%). Dari sisi pengeluaran, konsumsi swasta masih menjadi motor utama dengan pertumbuhan 4,84%.
Tantangan 2026: Dari Perang AS-Iran hingga Tekanan Fiskal
Meski menunjukkan tren positif, forum ini memberikan catatan merah terhadap sejumlah tantangan eksternal. Ketegangan geopolitik akibat Perang AS-Iran menjadi hambatan utama karena memicu lonjakan harga minyak, emas, dan bahan pangan dunia, serta menghambat jalur logistik global.
Di tingkat nasional, pengetatan fiskal untuk mengurangi defisit anggaran turut membayangi. "Dibutuhkan upaya ekstra untuk mendorong pertumbuhan tahun ini mengingat tekanan eksternal dan domestik yang meningkat," ujar Adidoyo.
Optimisme dan Proyeksi Pertumbuhan
Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi NTT pada tahun 2026 akan tumbuh di kisaran 4,94% hingga 5,54%. Optimisme ini didasarkan pada beberapa faktor kunci:
Akselerasi Ekonomi Kerakyatan: Program yang lebih masif untuk menyerap tenaga kerja.
Ledakan Sektor MICE: Peningkatan tajam agenda Calendar of Event (CoE) dari 33 menjadi 67 event.
Infrastruktur Strategis: Percepatan proyek K-SIGN, Kampung Nelayan, Bendungan Nasional, hingga persiapan PON 2026.
Komoditas Ekspor: Perbaikan produksi rumput laut, kakao, dan kopi yang tetap kuat di pasar internasional.
Namun, kewaspadaan tetap diperlukan terhadap fenomena El Nino lemah yang diprediksi terjadi pada Mei-September 2026, serta penurunan kapasitas fiskal daerah akibat merosotnya Transfer Keuangan Daerah (TKD) sebesar 9,97% dan Dana Desa sebesar 12,77%.
Luncurkan KARSA NUSA: Kebijakan Berbasis Riset
Sebagai langkah konkret menghadapi dinamika ekonomi ke depan, Forum Flobamorata 2026 resmi meluncurkan KARSA NUSA. Ini merupakan forum riset kolaboratif yang mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, dan pembuat kebijakan.
KARSA NUSA diharapkan menjadi dapur pemikiran yang menghasilkan rekomendasi kebijakan strategis berbasis data, demi mewujudkan pembangunan ekonomi NTT yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan.**
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi