Akses KUR BRI Dorong Usaha Henos Tumbuh dan Buka Lapangan Kerja
Kota Kupang- Akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membantu Henos Efendi Serak mengembangkan usaha advertising yang dirintis sejak 2020 di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Dari usaha yang awalnya dirintis secara kecil-kecilan, Henos kini mengembangkan bisnis dengan beragam produk, mulai dari batu kubur, huruf timbul, plakat, spanduk, plat nomor kendaraan hingga stempel dan berbagai kebutuhan percetakan.
Perjalanan tersebut turut mendapat dukungan akses permodalan dari BRI melalui KUR. Henos sendiri telah menjadi nasabah BRI sejak 2015.
“Dukungan dari BRI melalui pinjaman KUR sebesar Rp75 juta. Ini sudah kali kedua saya meminjam, dengan nilai Rp100 juta,” ujar Henos saat ditemui media, Sabtu (8/8/2026).
Bagi Henos, akses pembiayaan tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kebutuhan modal usaha. Ia mengaku, apabila usahanya terus berkembang dan memenuhi persyaratan yang berlaku, dirinya terbuka untuk kembali mengajukan pembiayaan kepada BRI.
“Kalau usaha lebih berkembang, sudah pasti akan mengajukan pinjaman lagi kalau masih diberikan kesempatan oleh BRI. Kalau soal modal, pasti lari ke situ. BRI sangat-sangat membantu kami para pengusaha kecil maupun usaha kami,” kata dia.
Henos tidak ingin usahanya dikenal hanya sebagai pembuat batu kubur. Seiring berjalannya waktu, ia memperluas layanan bisnisnya ke berbagai kebutuhan advertising dan percetakan.
“Usaha kami bergerak di bidang advertising. Ada pembuatan huruf timbul, plakat, spanduk dan masih banyak lagi. Jadi tidak hanya batu kubur saja, masih banyak item lainnya, termasuk plat motor dan mobil serta stempel,” jelas Henos.
Pengembangan usaha tersebut juga mulai memberikan dampak terhadap keberlangsungan ekonomi keluarganya. Meski pendapatan setiap bulan masih fluktuatif, Henos menyebut pendapatan terendah usahanya berada di kisaran Rp5 juta per bulan.
Pendapatan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional usaha dan keluarga, termasuk membayar cicilan dan biaya listrik. Sebagian pendapatan juga masih dapat disisihkan untuk ditabung.
“Pendapatan per bulan tidak menentu. Nilai yang paling di bawah sekitar Rp5 juta. Artinya, masih bisa membiayai anak-anak, membayar cicilan, listrik, dan masih ada sisa untuk menabung,” ungkapnya.
Tak hanya berdampak bagi keluarganya, usaha Henos juga mulai membuka kesempatan kerja bagi orang lain. Saat ini, ia memiliki dua orang karyawan tetap dan mempekerjakan tenaga freelance yang jumlahnya dapat mencapai tujuh orang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
BRI Terus Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan, kisah Henos menunjukkan pentingnya akses pembiayaan bagi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
“Pelaku usaha seperti Pak Henos merupakan bagian penting dari penggerak ekonomi di masyarakat. Ketika usaha berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha dan keluarga, tetapi juga dapat menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Hery.
Menurut Hery, BRI akan terus berupaya menghadirkan akses layanan dan pembiayaan yang dapat mendukung kebutuhan pelaku usaha, khususnya sektor mikro dan kecil.
“BRI ingin terus hadir sebagai mitra bagi pelaku usaha, mulai dari tahap merintis hingga ketika usaha tersebut berkembang. Kami berharap dukungan pembiayaan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara produktif sehingga semakin banyak pelaku usaha yang mampu mengembangkan kapasitas bisnis dan naik kelas,” tambahnya.
Ke depan, Henos berharap BRI dapat terus tumbuh dan memperluas dukungan kepada para pelaku usaha kecil di berbagai daerah.
“Pesan dan harapan saya, BRI terus berkembang menjadi lebih baik sehingga bisa membantu lebih banyak orang, terutama para pengusaha kecil,” pungkas Henos. ** (R/003)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi