Wagub NTT Dorong Pemuda GAMKI Jadi Motor Perubahan dan Penggerak Ekonomi

Emanuel Boli
Dilihat 26x
Waktu Baca ± 4 Min
Bagikan Artikel
Wagub NTT Dorong Pemuda GAMKI Jadi Motor Perubahan dan Penggerak Ekonomi
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma saat menghadiri Dies Natalis ke- 64 GAMKI NTT (Foto: BS) Kredit: BS

Kupang - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai pemberi solusi di tengah berbagai persoalan masyarakat.

Hal itu disampaikan Wagub Johni Asadoma saat menghadiri Dies Natalis ke-64 Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi NTT di GMIT Moria Liliba, Kamis (23/4/2026) malam.

Dalam sambutannya, Johni Asadoma menyampaikan bahwa usia ke-64 tahun GAMKI merupakan fase kematangan organisasi untuk terus konsisten berjuang dan berkontribusi bagi daerah dan bangsa.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya menyampaikan selamat dan profisiat kepada Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia atas 64 tahun pengabdian," katanya.

Ia berkata, usia ini mencerminkan kematangan organisasi, konsistensi perjuangan, dan keberlanjutan kontribusi dalam kehidupan bergereja, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Ini adalah bukti bahwa GAMKI tetap relevan sebagai gerakan moral dan sosial di tengah tantangan zaman,” ujarnya.

Wagub Johni juga memberikan apresiasi terhadap berbagai program strategis GAMKI yang dinilai mendukung pembangunan daerah.

Program tersebut meliputi Diklat SAR TRC Tanggap Bencana, Sekolah Demokrasi Pemuda Gereja, Sekolah Event Organizer (EO) dan Wedding Organizer (WO), serta Koperasi Ora et Labora (ORELA) GAMKI.

Menurutnya, program Diklat SAR menunjukkan keterlibatan GAMKI dalam kerja kemanusiaan, terutama mengingat NTT merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi.

Sementara itu, Sekolah Demokrasi dinilai penting dalam membentuk generasi muda yang kritis, beretika, dan tidak mudah terjebak dalam polarisasi identitas.

Selain itu, Sekolah EO dan WO disebut sebagai terobosan dalam mendorong kemandirian ekonomi pemuda melalui sektor ekonomi kreatif, sekaligus memperkuat citra NTT sebagai daerah wisata yang multikultural.

Adapun Koperasi ORELA dinilai sebagai bentuk penguatan ekonomi berbasis kebersamaan dan pemberdayaan masyarakat.

Lebih lanjut, Johni Asadoma mendorong GAMKI untuk mengambil peran aktif dalam memperkuat ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM, khususnya lewat program One Community One Product (OCOP) dan Gerakan Beli NTT.

“GAMKI dapat menjadi motor penggerak di tingkat komunitas, khususnya dalam OCOP, pendampingan UMKM, literasi hukum bagi masyarakat, serta pendidikan politik bagi generasi muda,” pesannya.

Menutup sambutannya, Wagub Johni menekankan bahwa identitas pemuda Kristen harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan solusi bagi masyarakat.

“Menjadi pemuda Kristen juga tidak cukup hanya sebagai identitas spiritual, tetapi harus diwujudkan sebagai kehadiran yang memberi solusi di tengah masyarakat," katanya.

"Transformasi yang kita harapkan bukan di ruang wacana, tetapi dalam kerja, pengabdian, dan pelayanan nyata,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, menyatakan Dies Natalis ke-64 menjadi momentum refleksi atas kontribusi GAMKI dalam pembangunan daerah.

Ia menegaskan berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi NTT, seperti tingginya angka stunting, kekerasan terhadap perempuan dan anak, persoalan kesehatan mental, hingga krisis air.

“Ini saatnya GAMKI hadir, menjadi berkat, dan memberikan makna untuk membantu mengatasi berbagai masalah yang ada,” katanya.

Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pemuda merupakan agen perubahan terbesar dalam masyarakat yang harus mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan.

“Gerakan perubahan terbesar saat ini banyak dilakukan oleh kelompok pemuda, sehingga kehadiran pemuda menjadi sangat penting sebagai agen perubahan di mana saja berada,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Panglima Brigsena Pdt. Andriyas Tuhenay, Koordinator Regional Bali-Nusra DPP GAMKI Jhon Liem, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi NTT Noldy Pelokilla, serta berbagai undangan lainnya.

Dalam rangkaian Dies Natalis tersebut, GAMKI juga memberikan penghargaan GAMKI Award 2026 kepada sejumlah tokoh dan komunitas inspiratif.

Penghargaan itu meliputi Green Servant Leadership Award kepada Zet Malelak, Peace & Justice Award kepada Komunitas Peace Maker Kupang (KOMPAK), Women Empowerment Award kepada Juliana Ndolu, GAMKI Legacy Award kepada Emelia Nomleni, Partnership Impact Award kepada Sinode GMIT, serta Young Impact Leader Award kepada Elmi Ismau.

Selain itu, GAMKI NTT juga meluncurkan sejumlah program unggulan, di antaranya Diklat SAR Tanggap Bencana, Sekolah Demokrasi, serta Sekolah EO dan WO.** (CG)

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan