KETIKA EKSEKUTIF & LEGISLATIF JALAN SENDIRI-SENDIRI: APA KABAR PEMBANGUNAN DI ENDE?
Beberapa bulan terakhir kita disuguhi tontonan yang tidak biasa di gedung wakil rakyat. Mula dari insiden banting microfon, aksi lempar papan nama yang mengenai lambang negara, hingga Bupati yang harus dievakuasi dari ruang sidang saat agenda Hak Interpelasi. Publik bertanya-tanya: Ini panggung sandiwara, atau memang sedang ada perang saudara?
Di satu sisi, eksekutif dibawah kepemerintahan Yosep Benediktus Badeoda melemparkan bola panas berupa temuan audit investigasi senilai Rp 7 miliar yang diduga menyeret anggota dewan. Di sisi lain, legislative tidak tinggal diam dan sedang menggulirkan Hak Angket untuk menyelidiki kebijakan anggaran kepemerintahan.
Namun, dibalik hiruk pikuk saling serang itu, ada satu pertanyaan besar yang sering terlupakan: “Lalu, apa kabar pembangunan?” Saat dua nahkoda di satu kapal besar bernama Ende ini tidak lagi seirama, bahkan berjalan sendiri-sendiri, siapa yang sebenarnya sedang tenggelam? Apakah layanan publik kita menjadi sandera? Dan apakah kesejahteraan rakyat Ende hanya menjadi catatan kaki dalam perseteruan elite ini?
Bersama Ketua Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula Ende, Yulita Eme, S.Sos., M.Si., kita ulas prahara ini.
Selengkapnya di Youtube Channel Teman Cerita NTT https://www.youtube.com/watch?v=PpOL1a2KVLo
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Video Terkait Artikel
Tonton ulasan selengkapnya
Rekomendasi Redaksi