3 Menteri dan Pimpinan Komisi IV DPR RI Tinjau K-SIGN, Rote Diproyeksikan jadi Sentra Garam Nasional

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 133x
Waktu Baca ± 4 Min
Bagikan Artikel
3 Menteri dan Pimpinan Komisi IV DPR RI Tinjau K-SIGN, Rote Diproyeksikan jadi Sentra Garam Nasional
Menko Pangan RI Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan saat di lokasi pembangunan KSGN, Rote Kredit: YK

Rote Ndao- Pemerintah pusat semakin memantapkan langkah menjadikan Kabupaten Rote Ndao sebagai pusat industri garam nasional. Hal itu ditandai dengan kunjungan tiga menteri Kabinet Merah Putih bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ke lokasi pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Desa Matasio, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Kamis, 30 Juli 2026.

Kunjungan tersebut menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan industri garam nasional sekaligus mewujudkan swasembada garam Indonesia melalui pengembangan kawasan produksi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Rombongan pemerintah terdiri atas Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan.

Dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pembangunan K-SIGN merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap garam impor.

"Kalau garam kita produksi sendiri, yang menikmati hasilnya adalah rakyat Indonesia. Tapi kalau kita terus impor, yang menikmati hasilnya negara lain," tegas Zulkifli Hasan.

Ia menuturkan, keberhasilan proyek tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui kemandirian produksi garam.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan pembangunan kawasan industri garam tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat lokal, khususnya warga Kabupaten Rote Ndao.

Dalam dialog bersama para menteri dan pemerintah daerah, Ahmad Yohan mempertanyakan kesiapan pembangunan infrastruktur pendukung, kepastian penyerapan tenaga kerja lokal.

Selain itu, ia juga menyoroti strategi pemerintah agar masyarakat Rote Ndao menjadi pelaku utama dalam industri garam nasional, bukan sekadar menjadi penonton di daerahnya sendiri.

Menurut Yohan, pembangunan K-SIGN harus menjadi momentum kebangkitan ekonomi masyarakat Rote Ndao dan Nusa Tenggara Timur.

"Sebagai putra NTT, saya ingin memastikan bahwa pembangunan kawasan industri garam ini benar-benar membawa kesejahteraan bagi masyarakat," kata dia.

"Jangan sampai investasi besar masuk, tetapi manfaatnya tidak dirasakan oleh rakyat Rote. Infrastruktur harus siap, tenaga kerja lokal harus diprioritaskan, dan masyarakat harus menjadi bagian utama dari rantai industri garam nasional," tegas Ahmad Yohan.

Ia juga menekankan bahwa posisi Rote sebagai wilayah paling selatan Indonesia harus menjadi kekuatan strategis dalam pembangunan nasional.

Ia berkata, Rote bukan lagi daerah terluar yang tertinggal, tetapi harus menjadi beranda depan Indonesia dalam industri garam nasional.

"Ini adalah kesempatan emas yang harus dijaga bersama agar mampu mengangkat perekonomian masyarakat NTT secara berkelanjutan," tambahnya.

Pembangunan K-SIGN sendiri merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional.

Pemerintah menargetkan kawasan tersebut menjadi pusat produksi garam nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor garam.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Benyamin Nahak, Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi NTT Alex Lumba, jajaran Forkopimda, serta pimpinan perangkat daerah Kabupaten Rote Ndao.

Pada kesempatan itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto beserta jajaran pemerintah pusat atas dukungan terhadap pembangunan kawasan industri garam nasional di Rote Ndao.

"Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan seluruh masyarakat NTT menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Menko Pangan Zulkifli Hasan, Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Bapak Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto," ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan atas dukungan dan komitmennya membangun NTT melalui kawasan industri garam nasional ini.

Melki menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT siap mendukung penuh percepatan pembangunan K-SIGN melalui penyediaan infrastruktur pendukung.

Selain itu, ia menekankan penguatan sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas sektor agar proyek strategis nasional tersebut mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

"Kami percaya pembangunan K-SIGN akan menjadi tonggak kebangkitan ekonomi NTT. Rote Ndao akan menjadi beranda depan industri garam nasional, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat posisi NTT sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia," pungkasnya. ** YK

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan