Festival Budaya Oebufu 2026, 53 Peserta Unjuk Kreativitas, UMKM Raup Peluang Usaha

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 83x
Waktu Baca ± 4 Min
Bagikan Artikel
Festival Budaya Oebufu 2026, 53 Peserta Unjuk Kreativitas, UMKM Raup Peluang Usaha
Lomba tarian Tebe kreasi di Festival Oebufu, Kota Kupang, Rabu, 21 Oktober 2026 Kredit: Dok. EB/HighlightNTT

Kota Kupang, HighlightNTT.com- Festival Budaya Kelurahan Oebufu 2026 resmi berakhir pada Rabu, 21 Oktober 2026 malam.

Camat Oebobo, Zet Batmalo mengapresiasi antusiasme masyarakat dan mendorong keterlibatan lebih banyak generasi muda dalam pelestarian budaya daerah.

Ia mengatakan, penyelenggaraan festival selama tiga hari, 19–21 Oktober 2026, berlangsung meriah berkat kerja sama dan kolaborasi berbagai pihak.

Ia menyebutkan, banyaknya peserta yang terlibat menunjukkan antusiasme masyarakat dalam mengekspresikan kreativitas melalui berbagai perlombaan.

“Ini tentu berkat kerja sama yang luar biasa, kolaborasi yang sangat luar biasa,” kata Zet dalam sambutannya, mewakili Walikota Kupang, Christian Widodo saat menutup kegiatan tersebut.

Ia berharap Festival Budaya Oebufu dapat diselenggarakan lebih meriah pada tahun-tahun mendatang dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama anak-anak.

Ia berkata, keterlibatan anak-anak penting untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah dan memperkuat identitas budaya sejak dini.

“Harapannya, budaya kita tertanam pada generasi-generasi yang akan datang,” ujar dia.

Lurah Oebufu, Mario Andidas Kaliopa Meze, juga mendorong generasi muda untuk mengangkat dan melestarikan budaya lokal di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Ia menilai perhatian terhadap budaya, terutama adat istiadat, mulai menurun sehingga perlu ada upaya bersama untuk menjaga keberlangsungannya.

“Budaya kita sudah mulai menurun, terutama adat istiadat,” kata Mario, Rabu.

Ia berharap generasi muda mau mempelajari adat istiadat karena kehidupan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur.

Mario mengatakan, tujuan utama penyelenggaraan festival tersebut adalah melestarikan budaya yang hidup di tengah masyarakat, khususnya budaya Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Kupang Christian Widodo yang telah memfasilitasi Kelurahan Oebufu sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.

Selain menjadi ruang pelestarian budaya, kata dia, festival ini mampu mendorong perekonomian masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia mengatakan Pemerintah Kota Kupang memberikan dukungan dana melalui APBD sebesar Rp 20 juta untuk membantu penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Selama penyelenggaraan kegiatan tiga hari ini, partisipasi masyarakat, khususnya yang ada di Kelurahan Oebufu, sangat tinggi,” ungkap dia.

Sebanyak 53 Peserta Ikuti Perlombaan

Ketua Panitia Festival Budaya Oebufu 2026, Dr. Laurensius Lehar, mengatakan kegiatan yang berlangsung pada 19–21 Oktober 2026 itu berjalan dengan baik.

Dari 56 peserta yang terdaftar, sebanyak 53 orang mengikuti perlombaan. Tiga peserta lainnya tidak dapat berpartisipasi karena sakit, mengikuti lomba olimpiade pada hari yang sama, dan mengundurkan diri.

Dalam laporan penutupan, Laurensius menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar tidak menjadikan piala sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

Ia mengatakan, keberanian tampil, semangat berkarya, dan kecintaan terhadap budaya merupakan hal yang lebih berharga daripada kemenangan dalam perlombaan.

“Anak-anakku, kalian semua adalah putra-putri terbaik Oebufu. Hari ini mungkin ada yang menerima piala dan ada yang belum, tetapi sesungguhnya tidak ada yang kalah,” ujar dia.

Ia menegaskan, seluruh peserta merupakan juara karena telah berani tampil dan menunjukkan kreativitas. Mereka juga merupakan kebanggaan sekaligus bagian dari masa depan Kelurahan Oebufu.

Atas nama panitia, Laurens Lehar menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang, Kecamatan Oebobo, Kelurahan Oebufu, seluruh RT/RW sponsor donatur, panitia, peserta, dan masyarakat yang telah mendukung kegiatan tersebut.

Tidak lupa, akademisi Politeknik Pertanian Negeri Kupang itu juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan festival.

“Harapan kami, Festival Budaya Oebufu terus menjadi ruang untuk melahirkan generasi yang kreatif, mencintai budaya, dan menjunjung tinggi persaudaraan,” pungkasnya.

Dampak Festival Budaya Oebufu tidak hanya dirasakan dalam upaya pelestarian tradisi, tetapi juga melalui peluang usaha yang terbuka bagi pelaku UMKM setempat.

Salah satunya dirasakan Yosni Pela (50), warga Kelurahan Oebufu, yang memanfaatkan festival tersebut untuk menjual aneka makanan kepada pengunjung.

Yosni membuka stan dengan menawarkan nasi ayam geprek seharga Rp 13.000 per porsi, ubi goreng, dan sejumlah camilan lainnya.

Ia mengaku festival tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kecil untuk memasarkan dagangan sekaligus menambah penghasilan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Festival Budaya membuka kesempatan untuk kami menjual usaha kami, sangat berdampak,” kata Yosni pada Selasa malam.

Warga RT 30/RW 007 Kelurahan Oebufu itu mengatakan telah berjualan sejak pembukaan festival pada Senin, 19 Oktober 2026.

PeIaku UMKM yang sering memasarkan dagangannya di lokasi Car Free Day itu berharap kegiatan serupa terus diselenggarakan secara berkelanjutan dengan konsep yang lebih meriah.

Untuk diketahui, Festival Budaya Oebufu 2026 dipusatkan di wilayah RT 034/RW 008 itu melibatkan 53 peserta dalam berbagai perlombaan.

Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain peragaan busana daerah, tarian Tebe kreasi, dan pidato bertema pengelolaan sampah.

Festival tahun ini mengusung tema “Merawat Budaya, Mempererat Persaudaraan, dan Memperkuat Persatuan dalam Semangat Sumpah Pemuda”. **(Emanuel Boli)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan