Fernando Soares Usulkan VAR di ETMC dan Pembinaan Pemain Sejak Usia Dini

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 148x
Waktu Baca ± 2 Min
Bagikan Artikel
Fernando Soares Usulkan VAR di ETMC dan Pembinaan Pemain Sejak Usia Dini
Fernando Soares saat jumpa pers di Stadion Oepoi, Kota Kupang, Rabu, 14 Oktober 2026. Kredit: Dok. HighlightNTT/EB

Kupang, HighlightNTT.com – Fernando Jose Lemos Osorio Soares mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 14 Oktober 2026.

Ia membawa sejumlah program pembenahan organisasi, kompetisi, dan pembinaan pemain untuk mendorong kemajuan sepak bola di NTT.

Ia mengatakan, keputusannya maju dalam pemilihan Ketua PSSI NTT didasarkan pada hasil pertimbangan dan diskusi bersama pemilik klub serta Asosiasi Kabupaten (Askab).

Dalam diskusi tersebut, ia menerima berbagai kritik dan saran yang menjadi bahan pertimbangan untuk memperbaiki pengelolaan organisasi PSSI NTT.

Jika dipercaya memimpin PSSI NTT, Fernando berkomitmen membangun sistem kompetisi yang lebih terstruktur. Salah satu program utamanya adalah memisahkan kompetisi sepak bola dari Piala Gubernur NTT.

"Kami akan melaksanakan kompetisi secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, tingkat regional, dan Liga 4. Sedangkan untuk pelaksanaan Piala Gubernur NTT hanya boleh diikuti oleh 22 kabupaten/kota, dan pendaftaran klub hanya boleh melalui Askab masing-masing," jelas dia.

Selain pembenahan kompetisi, ia menyiapkan program pembinaan pemain usia dini dengan memperkuat Sekolah Sepak Bola (SSB), terutama untuk kategori usia 6–8 tahun dan U-12. Program tersebut akan disertai peningkatan kapasitas pelatih, wasit, staf pendukung, tenaga medis, serta pelatihan fisik.

Pria akrab disapa Nando Soares itu juga berencana mendorong program sertifikasi wasit dan pelatih dengan melibatkan seluruh Askab di 22 kabupaten/kota. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam ekosistem sepak bola NTT.

Dalam aspek penyelenggaraan pertandingan, Nando mengusulkan penggunaan Video Assistant Referee (VAR) dengan standar minimum untuk El Tari Memorial Cup (ETMC).

Teknologi tersebut diharapkan membantu pemantauan pertandingan dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan agar pertandingan berlangsung lebih adil.

Nando juga menekankan pentingnya tata kelola Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI NTT yang terbuka dan transparan. Ia ingin melibatkan pemilik klub dalam pengelolaan organisasi, termasuk dalam pembenahan manajemen, pembinaan kompetisi, dan penyelenggaraan Piala Gubernur NTT.

Menurut dia, pembenahan tersebut diperlukan agar kompetisi dapat berlangsung secara berkelanjutan, pembinaan pemain berjalan berjenjang, serta semakin banyak talenta sepak bola asal NTT yang mampu bersaing dan tampil di tingkat nasional.

Ia mengakui, upaya memajukan sepak bola NTT tidak dapat dilakukan oleh pengurus PSSI sendiri. Oleh karena itu, ia meminta dukungan aktif dari seluruh pemangku kepentingan dan mitra sepak bola untuk mewujudkan kompetisi yang lebih berkualitas serta pembinaan yang berkesinambungan.

"Kami tidak mampu bekerja sendiri, dan kami minta dukungan aktif dari semua pihak, melibatkan semua kemitraan agar bersama-sama membangun sepak bola di NTT semakin maju dan berkualitas," harap dia. **(EB)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan