Fadly Alberto Minta Maaf Usai Insiden Tendangan Keras, Terancam Sanksi Berat dan Dicoret dari Timnas U-19
Pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto, akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka setelah aksinya melakukan tendangan keras bergaya kungfu kepada pemain Dewa United U-20 menuai kecaman publik.
Insiden tersebut terjadi dalam lanjutan pekan ke-32 Elite Pro Academy (EPA) U-20 musim 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Citarum pada Minggu (19/4/2026). Dalam pertandingan itu, Fadly melakukan pelanggaran keras dengan menendang bagian belakang tubuh pemain lawan, Nur Cholis, hingga terjatuh.
Aksi tersebut langsung memicu reaksi negatif dari warganet di media sosial, yang menilai tindakan itu tidak mencerminkan sikap seorang pesepak bola profesional.
Sehari setelah kejadian, Fadly menyampaikan permohonan maaf dan mengakui kesalahannya. Ia menyebut tindakannya sebagai perbuatan bodoh yang telah merugikan banyak pihak, termasuk sepak bola Indonesia secara umum.
Secara khusus, ia juga meminta maaf kepada Nur Cholis sebagai korban, serta kepada seluruh jajaran tim Dewa United U-20, mulai dari pemain, pelatih, hingga manajemen. Selain itu, permohonan maaf juga ditujukan kepada internal tim Bhayangkara FC U-20.
Tak hanya berdampak di level klub, insiden ini turut berimbas pada karier internasionalnya. Pelatih timnas U-19 Indonesia, Nova Arianto, memutuskan untuk mencoret Fadly dari skuad yang akan tampil pada ajang Piala AFF U-19 2026 mendatang.
Padahal, Fadly sebelumnya dikenal sebagai salah satu pemain kunci di kelompok usia muda dan sempat menjadi bagian penting dalam skuad Indonesia pada ajang Piala Dunia U-17 2025.
Dalam pernyataannya, Fadly juga menyampaikan permohonan maaf kepada tim nasional Indonesia dan masyarakat luas atas kegaduhan yang ditimbulkan. Ia berjanji akan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga untuk memperbaiki diri, khususnya dalam mengendalikan emosi di lapangan.
Saat ini, Fadly menyatakan siap menerima konsekuensi atas perbuatannya, termasuk kemungkinan sanksi berat dari Komite Disiplin PSSI. Salah satu sanksi yang berpotensi dijatuhkan adalah larangan bermain dalam jangka panjang, bahkan seumur hidup.
Ia menutup pernyataannya dengan komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan serupa dan berusaha menjadi pribadi serta pemain yang lebih baik ke depannya.**